Jawaban Chandra Prawira dari Pertanyaan Statistik: Pengolahan data Menggunakan Stata atau SPSS atau EViews? di SETO.CO.ID

Lihat jawaban selengkapnya di SETO.CO.ID

Ada baiknya untuk menggunakan STATA, bukan SPSS atau EViews. 

Alasannya:

Stata cocok untuk Big Data seperti data Susenas atau Sakernas yang jumlah observasinya jutaan. SPSS tidak efisien untuk running Big Data. Di SPSS, ketika running data yang besar sampai ribuan sering hang jika memory komputer tidak besar. Misalnya saja ketika buka data yang jumlah observasinya ribuan, lama bukanya. Itu baru membuka data, apalagi runningnya. Di Stata running data puluhan juta sekalipun dalam hitungan detik

Pada proses pengolahan data, sering sekali gagal lolos uji asumsi klasik. Ketika uji asumsi klasik tidak lolos maka model tidak bisa dipakai karena model tidak valid. Ketika tidak lolos uji asumsi klasik, baik SPSS maupun EViews tidak memiliki solusi. Pada akhirnya, peneliti dipaksa untuk merivisi model atau datanya, lalu trial and error lagi apakah lolos uji asumsi klasik atau tidak, dst sampai lolos uji asumsi klasik. Keuntungan pakai Stata, Stata memiliki fitur untuk treatment ketika model tidak lolos uji asumsi klasik tanpa harus merevisi model apalagi memanipulasi data.

Stata juga memiliki robustness check secara metodologis untuk metodologi panel data. Secara metodologis maksudnya metodologi robustness check di Stata sudah diapprove oleh statistician dunia dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Itu bisa ditambahkan untuk memastikan robustness dari model

Di Stata, perhitungan HHI tidak perlu manual, karena Stata memiliki modul tersendiri untuk perhitungan HHI. Jadi kesalahan motodologi running HHI secara manual bisa diminimalisir.

Tulisan ini dipost melalui Aplikasi Seto di tanya jawab seputar Analis Data, Software SPSS, Software Stata, dan Statistik.

Advertisements