Jawaban Anggi Irawati dari Pertanyaan Hal seru apa yang bisa dilakukan ibu rumah tangga untuk mengisi waktunya secara produktif dan bermanfaat? di SETO.CO.ID

Lihat jawaban selengkapnya di SETO.CO.ID

Budidaya Hidroponik! 

Jangan mengira budidaya hidroponik membutuhkan biaya pembuatan yang mahal serta bahan-bahan yang sulit didapat.

Tak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk budidaya hidroponik. Botol plastik bekas pun bisa dimanfaatkan sebagai wadah alias media tanam pengganti tanah.

Budidaya hidroponik semakin tenar lantaran ideal untuk masyarakat yang tinggal di apartemen maupun rumah tapak yang tidak dibekali lahan memadai. Layout-nya pun bisa disesuaikan dengan pola ruangan, baik secara vertikal maupun horizontal.

Menyoal tanaman yang akan dibudidayakan, Anda bisa membeli bibit sayuran seperti selada, sawi, caisim, kemangi, paprika, serta tomat cabe.

Yang menyenangkan dari budidaya ini adalah hasil panennya nanti bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, sehingga dapat sedikit menghemat pengeluaran belanja kebutuhan dapur.

Untuk membuat hidroponik relatif tidak sulit bahkan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahan dan alat yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • Bibit sayuran
  • Air bersih
  • Botol bekas air minum kemasan
  • Gunting atau pisau
  • Rockwool (lihat contohnya di bawah)
  • Arang sekam dan sabut kelapa
  • Nutrisi hidroponik*
  • Sumbu kompor minyak, kain bekas, kain flanel serta kapas

Larutan nutrisi terbuat dari urea 1000 gram, KCL 1000 gram, pupuk NPK 100 gram dan pupuk daun atau gandasil 50 gram.

Rockwool merupakan salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Media tanam ini terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur, dan batu bara yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat celcius, hingga membentuk serat.

Langkah pembuatan

  1. Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian.
  2. Lubangi selebar 1 cm botol bagian atas dan bawah untuk memudahkan pemberian larutan nutrisi.
  3. Tentukan teknik apa yang akan dipilih. Opsinya antara teknik biasa atau teknik sumbu dan apung yang lebih praktis dalam hal pemberian nutrisi.
  4. Bila memilih teknik apung, maka bukalah tutup botol bekas tersebut agar menjadi jalan akar menuju larutan nutrisi
  5. Sementara untuk teknik sumbu, buat lubang di tengah tutup botol bekas dengan paku. Lalu, pasang sumbu dengan kapas atau kain bekas.
  6. Selanjutnya, arahkan botol secara terbalik, dengan posisi tutup botol berada di bawah.
  7. Isi botol tersebut dengan sabut kelapa, arang sekam, dan kerikil kedalam bagian botol atas yang terbalik

Setelah media tanam telah siap, langkah selanjutnya adalah penyemaian, perawatan, dan pemanenan. Secara garis besar, tahapannya mencakup;

  1. Semaikan benih pada rockwool
  2. Setelah benih tumbuh dan siap dipindahkan, letakkan benih pada tempat menanam botol
  3. Bila tidak menggunakan teknik apung atau sumbu, siramkan larutan nutrisi ke tanaman pada pagi dan sore hari. Sementara untuk teknik apung dan sumbu, hanya diperlukan perhatian teratur agar tanaman tidak diserang gulma.
  4. Tempatkan tanaman di area yang terkena sinar matahari cukup, namun jangan secara langsung dan menyengat.
  5. Masa panen sekitar 30 hari setelah penanaman awal. Akan tetapi kondisinya tergantung dari jenis bibit sayuran apa yang ditanam.

Ini dia hasil akhirnya:

Selamat mencoba!

Tulisan ini dipost melalui Aplikasi Seto di tanya jawab seputar Kehidupan Rumah Tangga, Rumah, Keluarga, Wanita, Bisnis, Peluang Usaha, dan Investasi.

Advertisements