Jawaban Anugrah Setiadji dari Pertanyaan Apa yang dimaksud Opini Audit dan apa saja macamnya? di SETO.CO.ID

Lihat jawaban selengkapnya di SETO.CO.ID

Opini audit merupakan kesimpulan auditor terhadap proses audit yang telah dilaksanakan dan pendapat  mengenai kewajaran isi laporan keuangan perusahaan yang tercermin di dalam penyajian  laporan keuangan perusahaan. 

Hal ini menunjukkan bahwa opini audit adalah sumber informasi. Dengan adanya opini audit, semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan akan menggunakan opini audit yang tercantum di dalam laporan audit sebagai pertimbangan di dalam mengambil keputusan. 

Terdapat lima jenis pendapat/opini audit yang umum digunakan di Indonesia. Kelima opini tersebut adalah opini wajar tanpa pengecualian (WTP), laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas (WTP-PP), opini wajar dengan pengecualian (WDP), opini tidak wajar, dan pernyataan tidak memberikan pendapat.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) merupakan opini yang paling baik dan auditor telah yakin bahwa penyajian laporan keuangan telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi berterima umum dan bebas dari salah saji material. 

Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (WTP-PP)

Pada laporan yang berisi opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan (WTP-PP), auditor menyatakan laporan keuangan perusahaan telah disajikan secara wajar, namun ada beberapa hal yang memerlukan penjelasan yang dimuat dalam paragraf penjelas. Opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelas (WTP-PP) tidak mengubah opini wajar tanpa pengecualian yang diberikan auditor, melainkan hanya menambahkan paragraf  penjelas untuk menekankan hal-hal yang perlu diketahui oleh pengguna laporan keuangan. 

Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP)

Hal yang sama berlaku pada laporan audit wajar dengan pengecualian (WDP) yang berisi pendapat yang menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar, namun ada pengecualian pada beberapa unsur, namun tidak mempengaruhi kewajaran  laporan keuangan secara keseluruhan. 

Paragraf penjelas di dalam opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelas (WTP-PP) dan hal-hal yang dikecualikan di dalam opini wajar dengan pengecualian (WDP) tersebut merupakan informasi tambahan yang harus diketahui oleh pengguna laporan keuangan. Untuk itu, laporan audit yang berisi opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelas dan opini wajar dengan pengecualian memerlukan analisis yang lebih dalam, apakah informasi tambahan tersebut memiliki pengaruh terhadap keputusan para pelaku pasar.

Adanya parameter lain yang digunakan untuk melihat adanya pengaruh pengumuman laporan audit yang berisi opini audit wajartanpa pengecualian dengan paragraf penjelas (WTP-PP) dan wajar denganpengecualian (WDP) suatu pengumuman adalah menggunakan pergerakan volumeperdagangan saham. 

Perubahan volume perdagangan saham diakibatkan olehpenawaran dan permintaan yang dilakukan oleh investor terhadap saham entitas dibursa. Di pasar modal, investor akan merespon dan bereaksi atas setiapinformasi penting yang diterimanya, sehingga akan melakukan tindakan danmengambil keputusan investasi yang tepat dalam rangka pencapaian tujuaninvestasinya. Reaksi tersebut akan tampak pada keputusan melakukan perdagangansaham, yang diukur melalui volume perdagangan saham.

Opini Tidak Wajar, dan Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat

Opini tidak wajar (adverse opinion) dan pernyataan tidak menyatakan pendapat (disclaimer opinion) mengindikasikan bahwa terdapat hal-hal negatif di dalam penyusunan laporan keuangan maupun di dalam proses audit. 

Adanya informasi yang diterima oleh pelaku pasar terhadap kondisi perusahaan akan tercermin pada perilaku pelaku pasar tersebut di pasar modal. Informasi merupakan kebutuhan yang penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal. 

Dalam menentukan apakah  investor akan melakukan transaksi di pasar modal, biasanya investor akan mendasarkan keputusannya pada berbagai informasi yang dimilikinya, baik informasi yang tersedia di publik maupun informasi pribadi. Informasi tersebut akan memiliki makna atau nilai bagi investor jika keberadaan  informasi tersebut menyebabkan mereka melakukan transaksi di pasar modal, dimana transaksi ini tercermin melalui perubahan harga saham.

Tulisan ini dipost melalui Aplikasi Seto di tanya jawab seputar Audit, Audit Internal, Audit Eksternal, Keuangan, dan Analis Keuangan.

Advertisements