Jawaban Chandra Prawira dari Pertanyaan Apakah asuransi itu penting, perlu, dan bermanfaat untuk dibeli? di SETO.CO.ID

Lihat jawaban selengkapnya di SETO.CO.ID

Ya perlu. Tujuannya untuk memberikan perlindungan bagi rumah tangga terhadap pengeluaran kesehatan yang berlebihan. Rumah tangga sering kali berisiko harus mengeluarkan pengeluaran tunai untuk mendapatkan layanan kesehatan. Terlepas dari jumlah yang dikeluarkan pada kesehatan, setiap rumah tangga berisiko menderita biaya kesehatan katastropik.

WHO mendefiniskan biaya kesehatan katastropik sebagai kejadian ketika Biaya Kesehatan tunai melebihi 40% pendapatan dikurangi kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok diambil dari median pengeluaran makanan di negara yang bersangkutan. Angka 40 % didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukan bahwa pembelanjaan di atas angka 40% secara umum mendorong rumah tangga melakukan realokasi dari kebutuhan pokok dan sering kali dari pendidikan anak. Pendapatan efektif diperlakukan sama seperti konsumsi total, dimana di banyak negara lebih mencerminkan daya beli daripada pendapatan yang dilaporkan dalam survey rumah tangga.

Ketika individu atau rumah tangga harus membayar secara tunai atau patungan terhadap layanan kesehatan, nilai patungan tersebut dapat menjadi begitu besar sehingga apabila dikaitkan dengan pendapatan dapat menimbulkan biaya kesehatan katastropik. Pengeluaran yang sedemikian besar dapat mendorong orang konsumsi kebutuhan lainnya seperti makanan, pakaian, atau pendidikan anak. 

Menurut WHO, setiap tahun sekitar 44 juta rumah tangga atau 150 juta individu di dunia menghadapi biaya kesehatan katastropik dan sekitar 25 juta rumah tangga atau lebih dari 100 juta individu masuk ke dalam garis kemiskinan sebagai akibat adanya pembayaran layanan kesehatan.

Korelasi antara biaya kesehatan katastropik dan pemiskinan sangat erat. Dalam tingkatan global, WHO menginformasikan bahwa terdapat korelasi positif antara persentase rumah tangga yang menderita biaya kesehatan katastropik dengan rumah tangga yang dimiskinkan.

World Bank melaporkan bahwa pada tingkatan nasional, walaupun hanya mempengaruhi sebagian kecil orang, biaya kesehatan katastropik masih mendorong orang jatuh dalam kemiskinan. Hampir separuh dari seluruh orang Indonesia hidup dalam tingkat pendapatan yang yang rentan kepada kemiskinan. Sebagai konsukuensinya pengeluaran kesehatan yang tidak diantisipasi adalah penyebab utama dari pemiskinan. 

Hampir 2.3 juta individu pada tahun 2008 (1 persen) jatuh ke dalam kemiskinan sebagai dampak dari biaya kesehatan katastropik

Karenanya asuransi perlu untuk memberikan perlindungan bagi rumah tangga terhadap pengeluaran kesehatan yang berlebihan atau biaya kesehatan katastropik.

Tulisan ini dipost melalui Aplikasi Seto di tanya jawab seputar dan Asuransi.

Advertisements